Ketika Cinta Bertasbih by Melly G.


Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih
Mengutus Hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku pada-Mu

Bisikkan doaku
Dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku pada-Mu Maha Cinta
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Ketika Cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta

Boo-Bee

When love is praised to Allah

Iklan

Coward is My New Stupidity


Hmmmm. Sedikit sedih hari ini.

Ya mungkin aku merasa aku ini memang tak cukup pandai, tak cukup memiliki keberanian untuk menerima tawaran surga itu. Aku merasa tak pantas, entah kenapa, begitu rendahnya aku merasa hingga aku memilih untuk tak menerima tawaran itu 😦

Ya, Aku lebih suka menyebutnya berbagi ilmu bukan sebagai penceramah. Bisa sedikit berbagi ilmu yang ku punya adalah mimpi besarku sejak dulu. Sekarang aku mendapat tawaran untuk itu, untuk dapat berbagi entah kenapa tiba-tiba aku memilih mundur. Bukan apa-apa salah satu alasanku mundur adalah aku merasa aku belum terlalu mampu.

Aku tak cukup percaya diri, Yaa Allah bila saja aku ini mampu untuk itu pasti aku tak akan mundur 😦

Tentang Cinta :)


Lama juga ya ga blogging, hoho. Sebenernya udah dari seminggu kemaren pengen nulis tapi berhubung lagi pulang kampung jadinya ga sempet nulis 😛

Postingan kali ini cume pengen cerita tentang sebuah kisah cinta. Bukan kisah cinta yang lebay apalagi dituslis secara alay. Bukan juga aku pengen sok-sokan belajar jadi roman picisan yang geje, hehehe.

Tulisanku kali ini untuk dia. Laki-laki yang benar-benar aku cintai, aku mencintainya bahkan ketika usiaku belum cukup untuk mengerti apa itu cinta . Dan seandainya ada yang bertanya siapa laki-laki yang telah berhasil mencuri rinduku, jawabannya adalah dia.

TENTANG CINTA

Baru sekali aku pernah melihat dan mendengar langsung seorang suami yang begitu berbinar matanya ketika ia menceritakan betapa ia mencintai istrinya. Betapa hebatnya ia bercerita tentang cinta seolah-olah ia adalah remaja yang tengah jatuh cinta padahal wanita yang ia cintai telah 18 tahun meninggal dunia. Setiap akan tidur, lelaki tua itu sering menatap dalam-dalam wajah istrinya dalam lukisan yang tergantung di dinding kamarnya. Bahkan ketika maut hampir menjemputnya, ia dengan senyum khasnya masih saja sempat berkata kepada cucu perempuannya bahwa istrinya adalah wanita terindah yang pernah ia temui.

Lelaki tua itu adalah eyank, kakekku yang merangkap sebagai ayah bagiku, Lelaki yang melindungi dan menjagaku. Laki-laki yang begitu menginspirasiku hingga saat ini 🙂 Meski 8 tahun sudah lelaki tua itu pergi tapi hati ini masih mencintai sosok pemilik mata teduh itu.

Dear Eyank,

I still remember ur voice well, ur smell, I still can imagine ur eyes and the way u smile. The things I love the most is when u touched my head and when u kissed my forehead before pray jum’ah. That was so sweet eyank, do u see how uch I miss u rite now 😦 And now, I just can wish that we could meet again in jannah someday, Amin 🙂

PS. I LOVE YOU